Makanan Khas Semarang

Berbicara tentang makanan khas, lumpia telah menjadi salah satu makanan khas Semarang sejak sekitar abad ke-19. Asal mula terciptanya makanan manis asin ini adalah setelah terjadi pernikahan seorang pedagang makanan pelengkap isi daging dan rebung, bernama Tjoa Thay Joe, dengan wanita pribumi, bernama Wasih,  yang dagangannya hampir sama, hanya saja berisi kentang dan udang.

Lumpia sering sekali disajikan dalam beberapa menu pilihan catering di Semarang. Terdapat beberapa variasi lumpia hasil inovasi produsen, seperti lumpia daging ayam, lumpia udang, lumpia daging sapi.

Ragam Makanan Khas Semarang

Selain lumpia, makanan khas Semarang yang lain, dapat dilihat di uraian singkat di bawah ini:

1. Babat Gongso.

Sesuai dengan namanya, makanan ini berbahan dasar babat. Babat dan jeroan lainnya direbus bersamaan hingga lunak, kemudian diberi bumbu – bumbu seperti bawang merah, bawah putih, jahe, daun salam, cabai merah, cabai rawit, dan kecap manis..

2. Tahu Gimbal.

Jenis makanan khas Semarang ini, sebenarnya mirip sekali dengan gado – gado, irisan sayur mayur kukus, telur, irisan kentang kukus, dan siraman kuah bumbu kacang. Bedanya, Tahu Gimbal ditambah dengan irisan udang yang sudah digoreng dengan tepung.

3. Tahu Pong.

Jajanan ini disebut dengan Tahu Pong, karena setelah digoreng, bagian tengah tahu akan kopong atau kosong. Setelah matang, biasanya Tahu Pong ini disajikan dengan kuah sambal kecap petis untuk cocolan, gimbal udang, atau acar mentimun.

4. Es Congklik.

Sebenarnya, es ini adalah es puter yang diberi topping beraneka macam buah. Dalam proses pembuatannya, es ini masih menggunakan teknologi sederhana. Es Congklik berasal dari kata kacung cilik, dinamakan demikian karena konon, penjual es ini masih berumur belia ketika menjual es tersebut.

5. Wingko Babat.

Biasanya jajanan ini dijadikan cemilan oleh – oleh. Wingko Babat terbuat dari tepung ketan, kelapa, dan gula, berbentuk bulat, dan biasanya dikemas di dalam kertas. Karena bahan dasar tersebut, Wingko Babat memiliki rasa yang manis dan gurih.

Ada dua macam Wingko Babat, yaitu Wingko Babad Semarang dan Wingko Babad Lamongan. Anda tidak perlu bingung bagaimana cara membedakan dua wingko tersebut, karena secara historis, resep Wingko Babat berasal dari sumber yang sama.

6. Bandeng Presto.

Sesuai dengan namanya, maka Ikan Bandeng ini dimasak presto, sehingga tekstur daging dan tulangnya menjadi lunak dan dapat dimakan. Ikan Bandeng Presto ini dapat dimakan dengan menggorengnya terlebih dahulu, kemudian dimakan bersama dengan nasi hangat.

7. Nasi Glewo.

Eksistensi Nasi Glewo, dewasa ini, semakin redup, terlebih lagi dengan banyaknya kuliner – kuliner baru yang muncul ataupun hasil modifikasi. Padahal pada tahun 1930-an, nasi ini menjadi makanan khas Semarang yang banyak diburu. Nasi ini berbahan dasar koyor dan daging, kemudian diberi bumbu bawah merah, bawah putih, cabai, kencur, dan santan.

8. Gulai Kepala Ikan Pak Untung

Awalnya, Pak Untung hanya menjual gulai dengan isian kepala ikan nila, namun seiring berjalannya waktu, beliau menambahkan varian menu dengan isian salmon dan ikan kakap. Walaupun demikian, gulai dengan kepala ikan masih menjadi menu yang paling laris.

Keunikan jenis makanan ini, selain hasil olahan kepala ikan yang tidak amis, kuahnya pun terasa segar, ditambah dengan taburan daun konerkeling, daun jeruk, dan cabai utuh. Selain gulai kepala ikan, Gulai Kepala Ikan Pak Untung juga menjual aneka menu pelengkap seperti telur ikan goreng, wakame, sup ikan, belly nilai goreng, sup iga, dan fillet daging ikan.

Kulit ikan siap goreng, tepung bumbu, dan sambal kaplok ala Pak Untung yang dijual di sini, dapat Anda jadikan sebagai buah tangan.