Cara Menanam Bunga Anggrek Untuk Pemula

Apakah anda seorang pemula yang sedang mencari informasi tentang cara menanam bunga anggrek? Jika iya, maka anda sedang membaca artikel yang tepat. Pada kesempatan kali ini kami ingin sedikit berbagi tentang bagaimana cara menanam bunga anggrek untuk pemula yang tepat.

Cara & Langkah Menanam Anggrek

Kenali jenis anggrek Anda

Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki jumlah lebih dari 30.000 spesies di dunia. Tanaman ini bisa menghasilkan hibrida antar spesies atau genus yang sama sehingga menyulitkannya untuk diidentifikasi dan dinamai. Jika Anda belum berpengalaman tentang cara menanam bunga anggrek yang baik maka bisa memulai dengan Phalaenopsis atau anggrek ngengat. Jenis anggrek ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan juga dipelihara.

Anggrek Phalaenopsis memiliki bunga yang berwarna cerah dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Anda bisa meletakkan anggrek ngengat ini khusus di dalam ruangan. Sementara jika Anda ingin menempatkan anggrek di lingkungan yang minim cahaya maka bisa memilih anggrek sepatu atau Paphiopedilum. Dan untuk anggrek yang bisa bertahan baik di area penuh cahaya maka bisa memilih jenis dan hibrida dari jenis Cattleya.

Siapkan tempat dan media yang diperlukan

Sebagian besar tanaman anggrek tumbuh sebagai epifit. Mereka menempel pada kulit tanaman lain dengan akar-akar yang menggantung di udara. Untuk itu Anda harus menciptakan suasana lingkungan yang hampir sama. Ada banyak cara menanam bunga anggrek. Anda bisa menempatkannya di lempengan kayu, batu, atau pakis pohon. Selain itu, Anda juga bisa menanamnya di pot plastik, tanah liat, atau di keranjang gantung.

Jika Anda meletakkan anggrek di dalam pot, maka pastikan wadah tersebut memiliki celah sisi dan sistem drainase yang baik. Anda bisa membeli pot khusus anggrek di beberapa toko bunga, baik yang terbuat dari plastik atau tanah liat. Sementara untuk media campuran yang dipakai bisa menggunakan sabut kelapa, pakis pohon, kulit pohon cemara, styrofoam, perlit, vermiculite, pecahan genteng, dan banyak lagi.

Menanam anggrek di dalam pot

Beberapa anggrek lebih menyukai pot yang kecil. Anda bisa menggunakan pot plastik untuk memudahkan pemindahan ulang, atau menggunakan pot tembikar untuk menjaga kelembapan anggrek. Isi 2-3 cm bagian bawah pot dengan pecahan genteng atau styrofoam lalu posisikan anggrek di atas pot. Pastikan mahkota anggrek sedikit di bawah bagian atas pot, lalu isi kembali dengan potongan kulit pohon atau yang lainnya, untuk pembahasan lebih mendalam anda dapat mengunjungi Fahmipedia.com

Saat pertama kali ditanam atau dipindahkan maka akar-akar anggrek belum cukup kuat dan cenderung beradaptasi di lingkungan barunya. Untuk itu lebih baik tambahkan klip atau kawat untuk mengamankan anggrek sampai akar-akarnya cukup tangguh. Selain itu, beberapa anggrek harus ditanam ulang setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aerasi akibat media yang sudah rusak atau mengurangi pertumbuhan anggrek yang cukup lebat.

Menanam ulang (re-pot) anggrek

Menanam ulang anggrek di pot baru bukan berarti memindahkannya ke tempat yang lebih besar. Melainkan menjaga media pot agar tetap segar dan menghindari stres tanaman. Beberapa media seperti kulit pohon atau bahan organik lainnya akan lapuk, sehingga mempengaruhi siklus pertumbuhan anggrek atau memungkinkan akar-akar tanaman ini menjadi busuk. Namun tidak semua anggrek perlu ditanam ulang, karena mereka tidak suka diganggu.

Waktu untuk transplantasi anggrek biasanya dilakukan setelah masa berbunga, yaitu ketika tumbuh akar baru lebih dari 0,5 cm atau ketika akar mulai merangkak keluar pot. Pastikan Anda menyiram anggrek sebelum memindahkannya, atau rendam pot berisi anggrek dalam air selama beberapa jam. Longgarkan akar anggrek lalu tarik secara hati-hati. Lepaskan media yang tumbuh dari akar, kemudian tanam kembali dalam pot barunya.

Tempatkan anggrek di lingkungan yang cerah

Tanaman anggrek bisa tumbuh subur di lingkungan yang cukup terang, namun jangan meletakkannya langsung di bawah sinar matahari. Adapun intensitas cahaya yang diperlukan bervariasi bergantung pada masing-masing spesies. Beberapa anggrek seperti Phragmipedium, Oncidium, dan Dendrobium bisa tumbuh di lokasi yang cerah dengan cahaya sedang hingga tinggi. Sementara untuk jenis Phalaenopsis dan Paphiopedilum bisa tumbuh di lingkungan bercahaya sedang hingga rendah.

Jika Anda meletakkan anggrek di dalam ruangan, maka tempatkan di samping jendela atau di dalam rumah kaca dengan sinar matahari kurang lebih 6-8 jam sehari. Anda bisa meletakkannya di jendela yang menghadap ke timur atau barat, tanpa harus terkena sinar matahari langsung. Selain itu Anda juga bisa meletakkannya di luar ruangan dimana cahaya matahari terhalang oleh bangunan, pohon, dan sebagainya.

Atur udara dan kelembapan yang sesuai

Tanaman anggrek lebih menyukai suasana yang segar, dengan aliran udara turbulen di sekitar akar. Hal ini memungkinkan tanaman supaya lebih cepat mengering. Untuk itu ruangan di dalam rumah dengan AC dan pemanas mungkin tidak cocok untuk pertumbuhan anggrek. Selain itu tanaman anggrek juga menyukai tingkat kelembapan yang tinggi. Sehingga upayakan lingkungan di sekitar pot tampak seperti di dekat sumur kering.

Metode penyiraman anggrek

Akar anggrek dirancang khusus untuk menyerap air dengan cepat dan tidak mengekstrak nutrisi dari dalam tanah. Untuk itu tanaman ini membutuhkan metode penyiraman yang berbeda dari tumbuhan lainnya. Tanaman anggrek membutuhkan periode pengeringan yang teratur dengan penyiraman yang cukup banyak. Basahi akar tanaman anggrek Anda dengan menggunakan alat sprinkle, atau rendam pot anggrek di dalam semangkuk air selama 10-15 menit.

Jangan khawatir karena metode tersebut tidak akan membunuh anggrek, asalkan tanaman ini dibiarkan kering setelahnya. Teknik tersebut bekerja baik untuk pot tanah liat, karena memiliki pori-pori yang memungkinkan air menembus dinding dan diserap oleh kulit kayu. Sementara untuk anggrek dalam pot plastik, maka biarkan di mangkuk kosong lalu tambahkan air setelahnya. Jadi kulit kayu tidak akan terdorong keluar oleh air.

Pemupukan anggrek

Sebagian besar tanaman anggrek tidak memerlukan pupuk yang terlampau sering. Bahkan banyak anggrek berbunga dari tahun ke tahun tanpa pupuk sama sekali. Namun Anda perlu memberikan sedikit nutrisi yang sehat selama pertumbuhan aktif, yaitu ketika daun baru mulai muncul. Gunakan larutan bubuk atau pupuk cair dengan konsentrasi yang rendah. Anda bisa mengencerkannya lebih dari yang Anda terapkan pada tumbuhan lainnya.

Perawatan dari serangan hama dan penyakit

Jika Anda melihat tanda-tanda daun menguning, keriput, atau tidak mekar, maka segera pindahkan tanaman dan atur kondisi tanahnya. Perawatan yang tepat, termasuk menjaga sirkulasi udara yang baik akan menjaga anggrek Anda bebas dari masalah. Kemudian deteksi lebih awal tanda-tanda adanya serangan hama atau penyakit lainnya. Jika anggrek terserang hama maka bersihkan dengan sikat lembut atau gunakan pestisida ringan untuk mengatasinya.

Perbanyak anggrek dengan biji

Jauh lebih mudah memperbanyak anggrek dengan split daripada biji. Anda hanya menunggu setidaknya satu tahun sampai tanaman berbunga. Namun jika Anda tertantang maka bisa mengumpulkan benih anggrek terlebih dahulu. Biasanya kapsul biji anggrek akan mengeluarkan jutaan benih mikroskopis yang bisa terbawa ratusan meter dari tanaman induknya. Selain itu, benih harus tumbuh pada jamur tertentu karena tidak bisa menyimpan nutrisi sendiri.

Cara menanam bunga anggrek dari biji dilakukan dalam kondisi steril. Benih harus ditanam di media agar-agar yang mengandung nutrisi dan hormon pertumbuhan. Selain itu Anda harus menunggu hingga berbulan-bulan untuk melihat daun pertama berkembang. Bahkan beberapa di antaranya hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar. Sistem akar anggrek dari biji tumbuh lebih lambat sehingga tanaman akan berbunga 3-8 tahun setelah ditanam.