Kucing Keracunan

Kucing Keracunan

Terkadang, Anda tidak dapat mengawasi kucing peliharaan selama 24 jam penuh. Ketika lepas dari pantauan, bisa jadi kucing keracunan karena mengonsumsi sesuatu. 

Kondisi ini biasanya dapat membuat Anda panik bukan main. 

Namun, tak perlu khawatir berlebihan karena terdapat banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menangani kucing yang mengalami keracunan agar bisa segera pulih kembali. 

Berikut adalah tips yang bisa dicoba jika kucing kesayangan Anda mengalami keracunan.

1. Cari Tahu Penyebab Kucing Keracunan

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ketika mendapati kucing keracunan adalah mengamati gejala dan mencari tahu penyebabnya. 

Cobalah untuk memeriksa barang atau makanan yang kemungkinan disentuh oleh si kucing.

Misalnya saja, jika Anda memasang perangkap hewan pengerat, bisa jadi kucing keracunan racun tikus. 

Penyebab lain yang mungkin terjadi adalah kucing menghirup udara yang terpapar bahan kimia.

Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, Anda bisa langsung mengambil tindakan. Jika tak yakin apakah kucing keracunan bisa sembuh sendiri, segera hubungi dokter hewan.

2. Bawa Kucing ke Ruangan dengan Ventilasi Baik

Alih-alih panik, Anda dapat melakukan pertolongan pertama pada kucing keracunan dengan membawanya ke ruangan yang memiliki udara bersih. 

Hal ini bermanfaat bagi kucing yang mengalami keracunan akibat udara yang terkontaminasi bahan kimia, seperti obat nyamuk atau pengharum ruangan.

Sebelum kondisinya benar-benar membaik, jangan pernah tinggalkan kucing sendirian sehingga apabila muncul gejala keracunan lainnya, Anda bisa segera melakukan tindakan lainnya.

3. Berikan Arang Aktif dan Air Kelapa

Untuk kucing keracunan yang disebabkan mengonsumsi sesuatu, Anda dapat mencuci mulutnya dengan air bersih sebagai pertolongan pertama. 

Selanjutnya, berikan arang aktif untuk kucing keracunan. Arang berguna untuk menyerap racun yang ada dalam pencernaan kucing. 

Gunakan arang aktif bubuk dengan dosis 1 gram per 2,27 kg berat badan kucing. 

Larutkan bubuk arang aktif dengan sedikit air. Setelah itu, masukkan ke dalam mulut kucing menggunakan pipet atau alat suntik. 

Jika setelah diberikan satu kali tetapi kondisi kucing masih belum menunjukkan kemajuan, Anda dapat mengulanginya setiap 2–3 jam sekali dengan maksimal 4 dosis. 

Untuk mencegah kucing dehidrasi karena muntah berlebihan, Anda dapat memberinya air kelapa yang juga berguna untuk menetralkan racun.

Jika setelah diberi pertolongan pertama ini gejalanya tak kunjung membaik, bawalah kucing Anda ke klinik untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Buat Kucing Muntah Jika Dianjurkan

Cara untuk mengeluarkan racun dalam tubuh kucing adalah dengan membuat kucing muntah dengan memberikan campuran air mineral dan garam.

Jika memang dianjurkan, Anda juga dapat menggunakan hidrogen peroksida 3% atau 5 ml per 2,27 kg berat tubuh kucing. 

Agar lebih mudah, berikan hidrogen peroksida menggunakan alat suntik dan ulangi setiap 10 menit sekali (maksimal tiga dosis). Jangan lebihkan dosisnya karena bisa berbahaya.

Untuk memasukkannya, pegang kucing Anda dengan erat. Masukkan alat suntik ke balik taring atasnya secara lembut, kemudian tekan alat suntik secara perlahan. 

Beri waktu kepada kucing untuk menelannya dan jangan memasukkan semuanya sekaligus karena hanya akan membanjiri area sekitar mulutnya.

Namun, apabila kucing Anda mengalami keracunan asam, jangan membuatnya sampai muntah. Jika dipaksakan, kondisinya justru akan makin buruk. 

Jika racun sudah terserap dalam tubuh si kucing selama lebih dari 2 jam, memuntahkannya adalah tindakan percuma dan akan membuat kucing tersiksa. 

Lebih baik, segera hubungi dokter agar kucing Anda segera ditangani. 

5. Berikan Susu

Susu dikenal mampu menetralkan racun dalam tubuh, tak terkecuali tubuh kucing. Sebagai pertolongan pertama, Anda dapat memberikan susu untuk meredakan gejala keracunan.

Jika susah untuk meminumkannya, gunakan pipet untuk memasukkan susu ke dalam mulut kucing. Lakukan dengan lembut supaya kucing Anda tidak berontak atau tersedak.

6. Baringkan ke Sisi Kanan

Jika Anda mendapati kucing keracunan lalu tak sadarkan diri, miringkan tubuhnya segera ke arah kanan. 

Pastikan kepalanya sedikit ditarik ke belakang guna membuka saluran pernapasannya. Cara ini dapat dilakukan agar Anda dapat dengan mudah melihat napas dan detak jantung kucing. 

Kemudian, segera hubungi dokter hewan dan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut, jaga agar kucing Anda tetap hangat.

7. Periksa Sisa Racun di Bulu Kucing

Setelah yakin racun sudah keluar dari tubuh kucing, bukan berarti tugas Anda selesai. Anda perlu memeriksa apakah ada sisa racun yang tertinggal, terutama pada bulunya.

Kucing terbiasa menjilati bulunya sendiri. Apabila masih ada racun di bulunya, bukan tidak mungkin kucing akan keracunan lagi.

Untuk racun yang berbentuk bubuk, Anda dapat membersihkannya dengan menyikat bulu kucing atau memandikannya. 

Akan tetapi, apabila racunnya lengket, gunakan produk pembersih tangan khusus. Oleskan pada bulu kucing dan bilas dengan air sampai bersih.

Jika masih ada racun lengket yang tidak bisa dibersihkan dengan produk tersebut, gunting bulu kucing. 

Tidak masalah bulunya jadi tidak merata, yang penting kucing Anda bisa bebas dari racun.

8. Periksakan Kucing ke Dokter Hewan

Jika Anda tidak yakin dapat menangani kucing keracunan sendiri, lebih baik hubungi dokter hewan untuk mendapatkan penangan yang cepat dan tepat.

Sebelum dibawa pulang, dokter hewan tentunya akan memastikan bahwa semua racun yang ada dalam tubuh kucing telah berhasil dikeluarkan. 

Hal ini bertujuan agar tidak ada masalah jangan pendek atau panjang yang perlu dikhawatirkan lagi.

Demikian informasi terkait kucing keracunan yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pencinta kucing. 

Apabila kebetulan Anda mendapati kucing mengalami keracunan, segeralah untuk memberikan pertolongan pertama atau langsung bawa ke klinik hewan. 

Nyawa kucing juga berharga karena keracunan bisa berujung pada kematian kucing jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *