Di dalam bahasa Indonesia terdiri dari beberapa jenis teks, seperti teks deskripsi, teks eksplanasi, teks eksposisi, teks narasi, dan lainnya.

Namun kali ini kita hanya akan membahas terkait teks narasi.

Pengertian Teks Narasi

Teks narasi merupakan salah satu jenis teks (pola pengembangan paragraf) yang fungsinya untuk menceritakan sebuah kejadian atau peristiwa secara urut serta mendetail (dari awal, tengah, sampai akhir) dengan menggunakan urutan waktu / bersifat kronologis.

Adapun tujuan teks narasi, yakni untuk menceritakan terhadap pembaca seolah-olah mereka berada di dalam cerita tersebut / seperti mengalaminya sehingga akan menambah wawasan.

Ciri – Ciri Teks Narasi

Suatu teks bisa disebut sebagai teks narasi apabila memiliki ciri – ciri seperti berikut ini:

  • Isi teks membahas terkait cerita atau peristiwa tertentu yang terdiri atas beberapa susunan paragraf.
  • Memakai gaya bahasa naratif / menceritakan sesuai urutan waktu.
  • Cerita yang ditulis memiliki kronologi / urutan secara jelas, mulai dari awal hingga akhir cerita.
  • Berisi sebuah peristiwa, yang di dalamnya memiliki konflik.
  • Mempunyai unsur pembentuk, seperti tema, setting, latar, waktu, karakter / penokohan, tokoh dan yang lainnya.

Struktur Teks Narasi

Struktur Teks Narasi

Berikut ini adalah struktur untuk menulis teks narasi, antar lain:

1. Orientasi

Di bagian ini akan disajikan komponen yang menyusun teks narasi yang terdiri dari tokoh, penokohan, latar tempat, cerita, waktu, suasana, atau lainnya.

Pada bagian ini juga perlu dibuat semenarik mungkin sebab akan menjadi kesan pertama sebelum dibaca secara keseluruhan.

2. Komplikasi

Menghadirkan konflik yang nanti akan berkembang semakin rumit sampai mencapai klimaks kemudian antiklimaks serta berangsur-angsur menghilang.

3. Resolusi

Menyajikan jalan keluar dari konflik sehingga permasalahan dapat diselesaikan sebagai tanda cerita akan segera berakhir.

4. Koda

Koda / ending merupakan bagian yang menyajikan akhir cerita pada teks narasi.

Ending bisa berupa bahagia, sedih, atau menggantung.

Jenis – Jenis Teks Narasi

Berikut adalah tiga jenis teks narasi, antara lain:

1. Narasi Ekspositoris

Merupakan teks narasi yang mengisahkan sebuah cerita atau peristiwa secara jelas dan informatif, sehingga pembaca dapat memahami dan mengerti terkait kisah yang diceritakan.

Tujuan dari narasi ekspositoris yakni untuk memperluas pengetahuan pembaca terkait kisah yang disusun sesuai dengan kejadian / peristiwa nyata.

Pada umumnya, teks narasi satu ini bercerita terkait kehidupan seseorang mulai dari awal ia hidup hingga kematiannya.

Maka bisa kita tarik kesimpulan teks ekspositoris cocok untuk membuat biografi seorang tokoh.

2. Narasi Artistik

Teks narasi artistik merupakan teks narasi yang menceritakan suatu rekaan kisah bersifat imajinatif pada si pembaca.

Jenis ini memakai bahasa figuratif / penggambaran.

Pada umumnya, narasi artistik bisa ditemukan pada suatu karangan seperti cerita rakyat, novel, cerpen atau sejenisnya.

Tujuan teks ini untuk menghibur serta memberikan pengalaman secara estetis pada para pembaca.

3. Narasi Sugestif

Teks narasi sugestif menguraikan kisah yang bermaksud tertentu untuk meyakinkan pembaca atau secara tidak langsung memberikan sugesti terkait suatu hal.

Contoh Teks Narasi Singkat

Perjuangan Ir. Soekarno

Contoh Teks Narasi Singkat

Di tanggal 4 Juli 1927 Ir. Soekarno menciptakan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang bertujuan supaya Indonesia merdeka.

Tetapi kenyataannya di tanggal 29 Desember 1929, Belanda menjebloskan beliau di dalam penjara Sukamiskin yang ada di Bandung sampai tanggal 31 Desember 1931.

Kemudian dibebaskan dan bergabung dengan Partindo, tetapi untuk kedua kalinya Ir Soekarno ditangkap serta diasingkan ke Ende, Flores di tahun 1933.

Lalu beliau dipindahkan menuju daerah Bengkulu.

Selepas melewati perjuangan yang luamyan panjang, beliau bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus 1945.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *