Upacara Adat Aceh

Terlengkap! Ini Dia 13 Upacara Aceh

Aceh dikenal sebagai wilayah yang memegang teguh ajaran Agama Islam, termasuk dalam hal upacara adat setempat yang dilakukan menurut nilai-nilai Islam. Nah, berikut ini terdapat informasi menarik mengenai upacara Aceh tersebut, yang pastinya bisa menambah wawasanmu, Yuk, dibaca.

Upacara Aceh & Penjelasannya

1. Upacara Pernikahan Adat Aceh

Dalam adata istiadat masyarakat Aceh, upacara pernikahan dilakukan melalui beberapa tahapan. Adapun prosesi-prosesi tersebut adalah sebagaimana di bawah ini.

a. Upacara Ba Ranub Kong Haba

A Upacara Ba Ranub Kong Haba

Kegiatan ini dikenal sebagai prosesi lamaran dalam adat Aceh. Tujuannya adalah untuk meresmikan sekalian untuk mempertemukan kedua keluarga.

Pada hari pelaksanaannya, pihak keluarga laki-laki akan membawa sirih, penguat ikatan, cerana, pisang talon, dan emas menurut ketetapan adat setempat. Sementara, pihak keluarga perempuan akan mengundang tetua desa, keluarga, dan juga tetangga.

b. Upacara Jak Ba Tanda

B Upacara Jak Ba Tanda

Upacara ini merupakan kelanjutan dari Ba Ranub Kong Haba, yang di dalamnya dilakukan prosesi tunangan. Dalam upacara ini, pihak keluarga laki-laki akan datang ke rumah pihak perempuan untuk mendiskusikan pelaksanaan pernikahan.

Dalam kesempatan ini juga, akan dibahas beberapa hal, mengenai mas kawin, penentuan waktu pernikahan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan upacara pernikahan.

c. Meugatip

C Meugatip

Pada proses ini, calon pengantin pria akan dijemput ke kediaman pihak mempelai wanita untuk dilakukan ritual pernikahan berdasarkan agama.

d. Meukerija/ Wo Linto

D Meukerija (Wo Linto)

Setelah upacara Meugatip dilaksanakan, maka akan diteruskan dengan prosesi Meukerija, yakni sambutan untuk linto baro dari pihak laki-laki, yang diadakan beberapa hari sesudah upacara pernikahan dilangsungkan.

e. Peudab Jambo

E Peudab Jambo

Pada tahap ini, dilakukan dekorasi tempat pesta pernikahan, yang umumnya dilakukan selama 7 hari sebelum hari pelaksanaan pesta pernikahan. Untuk masalah dekorasi tempat ini, diserahkan kepada kaum pria saja.

f. Pesta Pelaminan

F Pesta Pelaminan

Setelah semua persiapan selesei dilakukan, maka diadakanlah upacara Ijab Qabul yang dilakukan di Masjid atau di rumah adat Aceh yang sudah dihias menurut kebudayaan Aceh.

2. Upacara Peutron Aneuk

02 Upacara Peutron Aneuk

Upacata Peutron Aneuk adalah upacara adat untuk menyambut kelahiran seorang anak. Pelaksanaannya bisa dilakukan pada hari ke-7, hari ke-44, atau setelah bayi berumur 1 tahun.

Dalam upacara ini, bayi dido’akan menurut ajaran agama Islam dan diberi sedekah oleh orang-orang yang hadir dalam prosesi tersebut. Dalam acara ini juga, bayi akan dibawa keluar rumah untuk diinjakkan kakinya ke atas tanah.

3. Upacara Troen U Balang

03 Upacara Troen U Balang

Ritual adata Aceh yang ini, dilakukan saat musim tanam padi tiba. Hal ini dimaksudkan supaya padi yang ditanam kelak bisa menghasilkan beras yang berlimpah, serta menambah pengasilan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui upacara ini, semua petani akan serentak mengerjakan sawah. Dari masa semai, masa tanam, masa panen, pembayaran zakat, hingga menikmati hasilnya secara bersama-sama.

4. Upacara Meugang

04 Upacara Meugang

Upacara Meugang dilakukan dengan cara menyembelih kurban sapi atau kambing pada 3 momen berbeda, yakni pada bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada kesempatan ini, semua warga akan ikut terlibat dalam prosesi memasak daging, lalu menikmatinya bersama-sama dengan keluarga, kerabat, dan anak yatim.

5. Upacara Tulak Bala

05 Upacara Tulak Bala

Upacara Tulak Bala dilakukan oleh masyarakat setahun sekali, tepatnya pada bulan Shafar. Menurut keyakinan warga setempat, bulan Sg=hafar identik dengan masa pancaroba, dengan suasana yang kurang menentu, auranya tidak baik terhadap kebugaran psikis maupun fisik.

Acara ini ditandai dengan diadakannya do’a bersama pada malam hari di meusanah, dayah, dan masjid. Lalu, pada siangnya semua masyarakat akan pergi ke sungai atau pantai sambil membawa makanan, lalu dibacakan do’a-do’a lagi.

6. Upacara Peusijuk

06 Upacara Peusijuk

Upacara adat yang satu ini bisa dilakukan untuk beragam kegiatan, seperti untuk pernikahan adat, syukuran, perayaan adat, dan upacara-upacara lainnya. Warga yang mau naik haji ataupun menempati rumah baru, juga bisa melakukan ritual ini.

Intinya, Upacara Peusijuk adalah prosesi adat untuk mengharapkan hidup yang bahagia dan penuh ketentraman.

7. Upacara Samadiyah

07 Upacara Samadiyah

Kalau acara adat Samadiyah, dilakukan untuk mendo’akan arwah orang yang sudah meninggal. Biasanya, prosesi ini dilakukan selama 7 hari berturut-turut setelah kematian seseorang.

8. Upacara Troen U Laoet

08 Upacara Troen U Laoet

Kemudian, untuk Upacara Troen U Laoet, biasanya diadakan saat musim melaut tiba. Tujuannya adalah sebegai bentuk wujud syukur dan harapan supaya hasil tangkapan lautnya kelak melipah.

Umumnya, kegiatan ini dilakukan oleh para nelayan dengan mengundang para tetangga. Tapi, memungkinkan juga jika para nelayan mengundang nelayan-nelayan lainnya untuk berdo’a bersama-sama.

***

Demikianlah informasi tentang upacara Aceh. Menariknya upacara adat yang dilaksanakan di bumi Serambi Ka’bah ini, hanyalah sebagian kecil dari kekayaan budaya Indonesia lainnya. Kamu bisa membaca budaya Indonesia secara lebih lengkap di Selasar.com. Tentang Tari Pendet misalnya.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *