Cara-Memulai-Bisnis-Kelapa-Sawit

Cara Memulai Bisnis Kelapa Sawit

Bisnis dalam bidang kelapa sawit atau yang dikenal dengan penghasil crude palm oil, memang dapat menghasilkan keuntungan besar.

Tetapi, cara memulai bisnis kelapa sawit ini tentu tidak akan mudah. Sebelum memulainya, sebaiknya Anda harus memiliki pengalaman yang banyak serta memiliki keterampilan dalam mengolah bisnis.

Dalam menjalankan bisnis ini, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari penyediaan modal, manajemen perkebunan dan lahan, pemilihan bibit yang unggul sampai pengelolaan dari hasil panen.

Disamping keuntungannya yang sangat menggiurkan, ternyata beberapa perusahaan kelapa sawit di Indonesia menjadi penyumbang polutan terbesar dan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Kembangkan Kemampuan Dari Pengalaman

Dengan memiliki sebuah pengalaman, Anda bisa menjadikannya sebagai bekal dalam menjalankan bisnis kelapa sawit. Karena, sedikit sekali pebisnis di bidang ini yang kurang mengetahui cara menyelesaikan berbagai masalah dan kendala yang dihadapi.

Selain itu, dengan adanya pengalaman Anda juga bisa memprediksi kendala apa saja yang mungkin terjadi.

Selain itu, Anda bisa lebih percaya diri dalam menjalankan bisnis dan memiliki gambaran mengenai proses kerjanya.

Sehingga, adanya pengelaman ini menjadi hal yang sangat penting bagi para pebisnis yang baru mulai. Jadi, sebaiknya jangan memulai bisnis jika belum memiliki pengalaman dan pemahaman yang bagus terhadap bisnis ini.

Tips Memulai Bisnis Kelapa Sawit

Ketika Anda akan memulai bisnis kelapa sawit, sebaiknya Anda harus benar-benar banyak belajar.

Tidak hanya dalam pengolahan bisnis saja, tetapi juga dalam pengolahan hasil panennya.

Dalam pemilihan karyawan dan tenaga ahli pun harus dipilih dengan benar dan teliti, karena bisa menentukan nasib perusahan Anda nantinya.

Berikut inilah tips yang bisa Anda pelajari yang telah kami simpulkan dari BukuWarung dengan baik.

1. Pilih Manajer yang Terpercaya dan Kompeten

Cara memulai bisnis kelapa sawit yang pertama harus Anda lakukan, yaitu pilihlah manajer kelapa sawit yang memiliki kompetensi dan dapat dipercaya.

Dengan memilih jasa manajemen yang berfungsi dalam membantu mendidik dan membantu dalam pengelolaan lahan, sehingga Anda dapat mengedepakan kelestarian lingkungan dan tidak mencemarinya.

2. Pilih Lahan Tanah yang Berkualitas

Ketika menanam sebuah tumbuhan, diperlukan tanah yang mengandung banyak mineral.

Kini, kebanyakan lahan tanah hanya memiliki sedikit mineral, sehingga diperlukan pemilihan lahan yang baik dan berkualitas supaya bisa memaksimalkan hasil produksi tumbuhan. Dalam bisnis kelapa sawit, keuntungan yang besar bukan hal utama.

3. Lakukan Pengelolaan Lahan Dengan Baik

Jika lingkungan sekitar lahan Anda tercemar nantinya, maka sudah dipastikan ada pengelolaan yang salah pada lahan.

Maka dari itu, meskipun mendapat keuntungan yang besar tetapi terjadi kerusakan pada lingkungan akibat bisnis kelapa sawit, sama saja dengan tidak ada hasil atau nol.

Sehingga, dibutuhkan pengelolaan yang baik agar keuntungan bisa didapat dan keasrian terjaga.

4. Mengetahui Kelegalan Tanah Lahan

Sebelum Anda memilih dan membeli lahan untuk kelapa sawit, jangan sampai memilih di kawasan hutan yag dilindungi atau daerah lahan gambut yang termasuk dalam konservasi.

Ketika salah memilih lahan, bisnis Anda dapat menyebabkan kerusakan ekosistem alami. Kesalahan ini banyak dilakukan, karenanya kebanyakan bisnis ini tidak bertahan melebihi 3 tahun.

5. Lakukan Survey Lahan

Untuk menghindari kesalahan dalam memilih lahan, sebaiknya Anda harus melakukan survey terlebih dahulu.

Hal ini sangat penting dilakukan, karena Anda dapat melihat langsung lahan yang akan dibuka, cuaca atau iklim, serta berbagai kemungkinan yang akan terjadi seperti penyakit dan lain-lain. Survey ini, biasanya dilakukan untuk menghindari masalah yang akan datang.

Dalam cara memulai bisnis kelapa sawit memang tidak mudah, banyak hal harus diperhatikan. Sehingga, bisnis ini bukan hanya keuntungannya yang besar saja, hal tersebut dapat diperoleh jika ada manajemen dan pengelolaa yang baik. Serta tidak menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan yang merugikan alam.

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *