spt online efin

SPT Online

Pajak merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap wajib pajak (WP) yang telah memenuhi persyaratan dan bisa dipaksakan menurut UU Perpajakan.

Hasil dari pembayaran pajak biasanya digunakan untuk membiayai pembangunan insfrastruktur negara atau membangun sejumlah akses publik yang bakal digunakan demi kepentingan umum.

Nah, makanya setiap warga negara yang sudah bekerja dan berpenghasilan biasanya akan disarankan untuk membuat NPWP guna membayar dan melaporkan pajak nantinya.

For Your Information saja, di dunia pajak kita bukan hanya mengenal tentang PPN, ataupun PPnBM saja. Tetapi sebagai Wajib Pajak, kita juga diwajibkan untul mengetahui alur atau cara melaporkan SPT tahunan pribadi.

Dengan sistim self assessment, setiap Wajib Pajak diharapkan mampu menghitung dan melaporkan kewajiba pajaknya sendiri.

SPT Online pajak

Kalau dulu kita melaporkan SPT tahunan pribadi harus melalui KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dulu, sekarang karena didukung oleh perkembangan teknologi yang canggih kita bisa memanfaatkan e-Filling di www.pajak.go.id atau aplikasi OnlinePajak.

E-Filling merupakan tempat akses untuk melaporkan SPT secara elektronik, sehingga dilakukan via online dengan memanfaatkan kecanggihan internet.

Cara melaporkan SPT online jujur terkesan lebih mudah dan simpel, karena lebih menghemat waktu. Sebab hanya dengan langkah berikut, SPT sudah bisa dilaporkan dan terekam oleh sistim.

  1. Masuk ke aplikasi OnlinePajak atau ke website resmi Ditjen Pajak di www.pajak.go.id
  2. Pilih e-Filling SPT pribadi.
  3. Isi NPWP Pribadi.
  4. Isi jumlah pendapatan
  5. Lengkapi detail data pribadi
  6. Lengkapi data anggota keluarga
  7. Isi detail pajak
  8. Berikan data jika ada informasi tambahan
  9. e-Filling SPT tahunan
  10. Masukkan kode verifikasi dan kirim SPT tahunan pribadi
  11. Lalu keluar bukti laporan
  12. Unduh formulir

Sebagai Wajib Pajak yang bekerja di sebuah perusahaan, sebelum melaporkan SPT jangan lupa untuk meminta formulir 1721 A1/A2 pada pihak pemberi kerja. Lalu barulah Anda bisa mengakses e-filling SPT tahunan.

Kalau sampai lupa password akun pribadi, maka harus ke KPP membawa NPWP dan minta formulir e-Fin.

Kalau sudah terdaftar secara online memang enak dan pastinya hidup Anda lebih enak. Namun, jika belum terdaftar maka harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Setelah itu, baru deh bisa log in menggunakan username yang berupa NPWP dan masukkan password (untuk pasword tentu tidak bisa diatur sendiri, karena password sudah disesuaikan dengan yang sudah didaftarkan aplikasi DJP online).

Sementara itu, cara mengisi formulir untuk SPT tahunan ada 3 jenis form. Pertama, 1770 S yakni surat pemberitahuan pajak tahunan dengan pendapatan lebih dari 60 juta per tahun.

Kedua, 1770 SS yakni surat pemberitahuan pajak tahunan orang pribadi dengan pendapatan kurang dari 60 juta per tahun.

Terakhir yaitu 1770, merupakan surat pemberitahuan pajak tahunan orang pribadi yang diperuntukkan bagi Wajib Pajak yang punya bisnis bebas.

Perlu diketahui bahwa paling lambat menyetorkan SPT tahunan adalah setiap 31 Maret. Jadi, sebisa mungkin jangan sampai mendekati tanggal pelaporan, baru melaporkan karena biasanya pihak KPP bagian ekstensifikasi akan menelpon Anda dalam rangka mengingatkan agar lekas melaporkan kewajiban per tahun tersebut.

Di sisi lain, pelaporan SPT terkadang juga tidak dilakukan secara pribadi tetapi bagian perpajakan kantor sudah melaporkan seluruh SPT milik para karyawan.

Meskipun begitu, bukan berarti Anda lepas tanggung jawab begitu saja. Dalam arti sebagai Wajib Pajak resmi harus mengerti seputar pajak.

Apabila langkah-langkah di atas masih membuat Anda bingung, maka bisa memanfaatkan jasa konsultan pajak yang akan memberikan pemahaman dan memandu setiap pelaporan pajak.