posisi bercinta yang boleh dalam islam

Posisi Bercinta dalam Islam

Banyak sekali pasangan suami dan istri di dunia ini menganggap kalau seks merupakan sesuatu yang bersifat bebas. Dalam artian, selama ia sudah sah menjadi pasangan hidup, maka kegiatan apa pun di atas ranjang boleh dilakukan kepadanya. Padahal kalau dikaji menurut hukum Islam, kenyatannya tidak sepenuhnya benar.

Sebagai muslim tentu ingin terus menerapkan ajaran islam yang kaffah, sehingga persoalan seks tak bisa luput dari pembahasan. For your information, dalam islam ada beberapa adab yang disunnahkan untuk dikerjakan sebelum berhubungan badan. Bahkan cara bercinta yang banyak diinformasikan oleh orang di dunia maya, tidak seluruhnya selaras dan sesuai dengan pandangan Islam.

Seperti pada umumnya, kita mendengar bahwa untuk merangsang gairah wanita maka bisa mencium area kemaluan dan memasukkan penis ke dalam lubang dubur atau dikenal sebagai seks oral. Padahal dalam kajian Islam, kegiatan semacam itu diharamkan. Kenapa? Sebab, area kemaluan merupakan tempat kotoran, sehingga najis. Sementara dubur bukan tempat untuk memasukkan penis, melainkan buang air besar.

Aturan itu diperjelas Allah SWT dalam Al Quran, yang berbunyi “Istri-istrimu adalah (bagaikan) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki” (QS. Al Baqarah : 223)

Sementara mengenai posisi yang akan dilakukan oleh pasutri jika berlandaskan Islam, gaya apa saja tidak dikhususkan, asalkan penis pria masuk ke dalam lubang vagina wanita. Bukan dubur, dan bukan juga ke dalam mulut. Adapun posisi bercinta dalam Islam yang bisa mendatangkan manfaat adalah

  • Misionaris

Posisi bercinta misionaris merupakan gaya umum yang biasa digunakan oleh kebanyakan pasangan, baik yang baru membina rumah tangga maupun sudah lama berkeluarga.

Pada posisi ini, pria berada di atas tubuh wanita yang terlentang di atas ranjang. Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Zaadul Ma’ad, posisi terbaik adalah suami berada di atas istri karena laki-laki diperumpakan sebagai pemimpin.

  • Doggy style modifikasi

Diperbolehkannya doggy style sebagai gaya bercinta dari belakang, didasarkan oleh sebuah cerita dari Umar Bin Khattab yang mengadu pada Rasulullah SAW bahwa ia baru saja berijimak (bersenggama) dengan posisi dari belakang. Akan tetapi, karena dalam Islam berhubungan badan tidak boleh bertelanjang bulat atau sebagian badan harus ditutup oleh selimut/kain, maka cara ini bisa dimodifikasi.

  • Legs on shoulder

Posisi ini pada awalnya menggunakan gaya misionaris, tetapi kalau bosan dengan gaya yang monoton, maka istri bisa mengangkat kakinya ke atas dan disandarkan pada bahu suami. Legs on shoulder memungkinkan suami juga berada di atas istri, jadi tetap bisa menguasai frekuensi pergerakan intim di atas ranjang. Agar posisi bercinta kian intim dan menciptakan keharmonisan, maka baik pria maupun wanita bisa memanfaatkan minyak bulus sebagai salah satu pendukung.

  • Spooning atau posisi sendok

Nah, kalau posisi sendok atau spooning ini pria juga memiliki kendali cukup besar karena ia yang memainkan ritme di atas tempat tidur. Posisi sendok memungkinkan pria memeluk wanita dari belakang karena kedudukannya sejajar. Sambil melakukan penetrasi dari belakang, tangan pria bisa meraba payudara atau bagian sensitif lainnya milik wanita untuk menaikkan gairah seksualnya.

Agar proses bercinta bisa bertahan lama di atas ranjang, maka kami menawarkan obat kuat sebagai penguat alat vital pria, sehingga istri juga bisa mencapai puncak orgasmenya.

Spooning diperbolehkan dalam Islam karena pada keadaan bersenggama, masih bisa menjaga adab-adab yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Islam tidak hanya mengajarkan atau membahas tentang posisi bercinta saja, melainkan tahapan-tahapan untuk menuju aktivitas tersebut juga diperhatikan. Sebab, proses bercinta tanpa awalan sesuai kaidah yang syar’i maka bisa mengundang setan untuk menganggu keharmonisan kedua belah pihak.